Rabu, 18 Februari 2015

Tugas Akhir


PROPOSAL
SEJARAH KAMERA DAN JENIS-JENIS KAMERA



DISUSUN OLEH :

TITIS PRASTIWI
NISN: 
Progam Studi Keahlian
MULTIMEDIA
SMK Antartika 2 Sidoarjo
Tahun Pembelajaran 2014/2015




PROPOSAL
PROJECT TUGAS AKHIR
Nama Sekolah       : SMK ANTARTIKA 2 SIDOARJO
Program Keahlian : Multimedia
Kode                      :
Lokasi Waktu        :
Nomor Peserta       :







Nama Peserta         : Titis Prastiwi
Judul Proyek          : Sejarah Kamera dan Jenis-Jenis Kamera

Perseta Ujian

Titis Prastiwi

Kepala Sekolah                                                                      Guru Pembimbing
SMK ANTARTIKA 2 SIDOARJO



IMAM JAWAHIR S.Pd.MM                                                GUNAWAN ARI BOWO.SST
NIP.19690510 200501 1 015                                                 NUPTK. 8443755656200022


KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
          Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayah serta nikmat diantaranya adalah nikmat sehat, sehingga kami dapat menyelesaikan proposal Tugas Akhir ini. Diharapkan dengan makalah ini selain untuk memenuhi nilai tugas, juga dapat memberi manfaat bagi para pembaca dimana bisa lebih memahami informasi & pengetahuan tentang Sejarah Kamera dan Jenis-Jenis Kamera.
Besar harapan penulis agar Laporan ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya. Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam proposal Tugas Akhir ini, oleh sebab itu penulis memohon maaf sebesar-besarnya serta menerima segala kritik dan saran demi menjadi lebih baik lagi.
Wassalamualaikum Wr. Wb.



Sidoarjo, Maret  2015





Penulis












DAFTAR ISI

JUDUL………………………………………………………………...................................      ….    1
PENGESAHAN………………………………………………………………………….…      .....    2
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………....    3
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………...   4
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………..   5
1.1  Latar Belakang……………………………..............................................................    5
1.2 Tujuan……………………………………………………………………………...    5
1.3 Manfaat……………………………………………………………………………     5
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………......................................     7
2.1     Sejarah dan Perkembangan Kamera……………………………………………...     7
2.2     Sejarah Perkembangan Kamera Digital………………………………………….      8
2.3     Komponen Kamera………………………………………………………….......       9
2.4     Jenis-jenis Kamera Berdasarkan Sistem Kerjanya dan Kategori Kamera Digital       9
            2.5   Jenis Kamera Berdasarkan Media Penangkap Cahaya…………………………..    12
            2.6   Jenis Kamera Berdasarkan Mekanisme Kerja………………………………...…    13
2.7    Pembagian Kamera Berdasarkan Teknologi Viewfinder………………………..    14
2.8    Cara Kerja Kamera……………………………………………………………….   14
2.9    Kamera Unik di Dunia………….………………………………………………..    15
2.10 Kamera Termahal di Dunia……………………………………………………....    18

BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………...    24
3.1   Kesimpulan……………………………………………………………………   24
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………   24
BIODATA PENULIS…………………………………………………………………………   25




BAB I
PENDAHULUAN


1.1            LATAR BELAKANG
          Dewasa ini, perkembangan teknologi semakin maju. Banyak manusia yang menggunakan teknologi sebagai kepentingan pribadi maupun kelompok. Berbagai macam alat-alat teknologi juga telah berkembang sangat pesat seiring dengan majunya zaman dan pemikiran orang dari ilmu yang didapat. Perkembangan dunia IPTEK yang semakin pesat telah membawa manfaat yang luar biasa untuk kemajuan peradaban umat manusia. Kemajuan IPTEK yang telah dicapai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan oleh seluruh manusia modern serta memberikan kemudahan dan kenyamanan bagii kehidupan manusia. Pekerjaan manusia yang dulu hanya bisa dikerjakan menggunakan tenaga manusia, sekarang telah digantikan oleh teknologi yang justru juga diciptakan oleh otak manusia. Tujuannya yaitu untuk memberikan keefisienan, kemudahan, dan kenyamanan bagi manusia. Kemajuan teknologi juga memberikan dampak, baik dampak yang baik maupun dampak yang buruk.


1.2            TUJUAN
Makalah ini bertujuan untuk mengakaji perkembangan teknologi dan pengetahuan tentang kamera dari awal ditemukan sampai sekarang.

1.3            MANFAAT
Sebagai sumber informasi tentang awal perkembangan kamera dari jaman kuno hingga jaman modern.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1    SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KAMERA
Kamera berasal dari istilah qamara (bahasa arab). Camera obscura pertama kali dibuat oleh ilmuan muslim bernama Abu Muhammad Ibn Al Hasan Ibn Al Haytham atau Ibnu Haitam, yang lahir di Basra, Irak (965 - 1039 M). Dunia mengenal Ibnu Haitam (dIi Barat dikenal sebagai Alhazen) sebagai perintis dibidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk kitab Al-Manazir (buku optik). Salah satu teori dalam buku tersebut yaitu mengenai fenomena kamar gelap yang menjadi konsep dasar kamera sekarang ini. Bradley Steffens dalam karyanya yang berjudul Ibnu haitam : first scientist mengungkapkan, kitab Al manazir merupakan buku pertama yang menjelaskan prinsip kerja camera obscura. Ibnu haitam juga merupakan orang pertama yang menggambarkan seluruh detil  bagian indra penglihatan manusia dan pencetus teori lensa pembesar.
“The Optics yang menyimpan banyak teori
-teori ilmu tentang cahaya dan lensa juga penglihatan ini banyak dipakai di Universitas-Universitas Eropa dan  bahkan menjadi materi wajib di banyak kampus di negeri Eropa.
Gambar 2.1.1 kamera obscura
 
Gambar 2.1.2 Kamera portable obscura
Kamera berawal dari sebuah alat serupa yang dikenal dengan Kamera Obscura yang merupakan kotak kamera yang belum dilengkapi dengan film untuk menangkap gambar atau  bayangan. Pada abad ke 16 Girolamo Cardano melengkapi kamera obscura dengan lensa  pada bagian depan kamera obscura tersebut. Meski demikian,  bayangan yang dihasilkan ternyata tidak tahan lama, sehingga penemuan Girolamo belum dianggap sebagai dunia fotografi.

 Pada tahun 1727 Johann Scultze dalam penelitiannya menemukan bahwa garam perak sangat peka terhadap cahaya namun beliau belum menemukan konsep  bagaimana langkah untuk meneruskan gagasannya. Pada tahun 1826, Joseph  Nicepore Niepce mempublikasikan gambar dari bayangan yang dihasilkan kameranya, yang berupa gambaran kabur atap-atap rumah pada sebuah lempengan campuran timah yang dipekakan yang kemudian dikenal sebagai foto pertama. Kemudian, pada tahun 1839, Louis Daguerre mempublikasikan temuannya  berupa gambar yang dihasilkan dari bayangan sebuah jalan di Paris  pada sebuah pelat tembaga  berlapis perak. Daguerre yang mengadakan kongsi pada tahun 1829 dengan Niepce meneruskan program pengembangan kamera, meski Niepce meninggal dunia pada 1833, mengembangkan kamera yang dikenal sebagai kamera daguerreotype yang dianggap praktis dalam dunia fotografi, dimana sebagai imbalan atas temuannya, Pemerintah Perancis memberikan hadiah uang pensiun seumur hidup kepada Daguerre dan keluarga  Niepce. Kamera daguerreotype kemudian berkembang menjadi kamera yang dikembangkan sekarang.
Gambar 2.1.3 kamera daguerreotype




2.2 SEJARAH PERKEMBANGAN KAMERA DIGITAL                                                    Fotografi digital merupakan salah satu inovasi terbaik dalam dunia fotografi. Kehadirannya telah mengubah paradigma masyarakat yang menganggap  bahwa fotografi adalah suatu bidang yang mahal dan sulit untuk dikuasai. Fotografi digital benar-benar bisa memberikan kepraktisan dan kemudahan bagi setiap orang untuk membuat sebuah foto yang baik. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, dan beragam fitur untuk membuat foto yang bagus, muncul sebuah ungkapan bahwa setiap orang bisa menjadi fotografer profesional. Pada tahun 1960 Eugene F. Lally, seorang teknisi dari Jet Propulsion Laboratory NASA adalah orang pertama yang mencetuskan ide untuk mendigitalisasi sebuah foto.
Saat itu tujuannya adalah untuk mempermudah  pengiriman foto secara langsung dari misi-misi luar angkasa Amerika Serikat.

 Pada tahun 1970an, dunia jurnalistik turut mempengaruhi kemunculan kamera digital. Saat itu, terdapat sebuah tuntutan untuk menghadirkan foto dari
suatu peristiwa yang terjadi, secepat mungkin. Maka digunakanlah media  pemindai foto (scanner). Sebuah foto dipindai menjadi data elektronik, kemudian dikirimkan melalui jalur telepon. Akan tetapi, cara ini juga masih dianggap merepotkan, karena terjadi  penurunan kualitas gambar yang cukup signifikan dan proses pengiriman foto pun masih memerlukan waktu yang relatif lama.
Untuk menjawab persoalan ini, diperlukan suatu kamera yang bisa secara langsung menciptakan foto yang berupa data elektronik. barulah pada bulan Desember tahun 1975, seorang teknisi dari perusahaan Kodak yang  bernama Steven Sasson, menjadi orang pertama yang menemukan
Kamera Digital.








2.3 KOMPONEN KAMERA
Sebuah kamera minimal terdiri atas:
  • Kotak yang kedap cahaya (badan kamera)
  • Sistem lensa
  • Pemantik potret (shutter)
  • Pemutar film

Sistem lensa

            Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam. Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu diafragma. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer. Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan. Disamping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa variabel (variable lens, atau oleh kalangan awam disebut dengan istilah lensa zoom. Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto. Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal length (jarak antara kedua lensa). Focal lenght memengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.

 

Pemantik potret

             Tombol pemantik potret atau shutter dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan shutter. Waktu ini ialah singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya mengenai film.

Beberapa masyarakat awam menganggap kemampuan kamera sebanding dengan besarnya nilai maksimum shutter speed yang bisa digunakan.

 




Bagian lain

Bagian lain sebuah kamera, antara lain:

  1. Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek
  2. Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,
  3. Pemindai komposisi pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan
  4. lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.
Beberapa kamera, terutama jenis kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu dari bagian-bagian tersebut.


2.4 JENIS-JENIS KAMERA BERDASARKAN SISTEM KERJA DAN KATEGORI KAMERA DIGITAL

1.Kamera Analog
           Adalah salah satu kategori kamera yang dalam teknik pengambilan gambarnya, masih menggunakan film seluloid. Film seluloid ini mempunyai tiga buah elemen dasar, yaitu elemen optikal yang berupa berbagai macam lensa, elemen kimia berupafilm seluloid itu sendiri, serta elemen mekanik yang berupa badan dari kamera itu sendiri. Kamera analog membutuhkan bukaan diafragma 1/f detik, sehingga cahaya yang ditangkap, bisa diterima oleh film tersebut menjadi sebuah gambar. Di dalam kehidupan masyarakat, kamera analog ini biasanya lebih akrab dengan sebutan kamera film. Hal ini disebabkan karena penggunaan film pada kamera tersebut, sebagai media perekam atau penyimpanannya. Film tersebut juga biasa dikenal dengan sebutan klise atau negatif.
Kamera Analog

     
2. Kamera Digital
        Kamera digital merupakan jenis kamera, yang proses pengambilan gambarnya dilakukan secara digital, dengan media perekam/penyimpanan berupa memory (flash). Untuk beberapa jenis kamera digital, ada pula yang dapat digunakan untuk merekam suara. Pada kamera digital ini, penggunaan eleman kimia telah digantikan dengan elemen chips. Elemen chips tersebut dapat berupa CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor), atau dapat juga berupa CCD (Charge Couple Device). CCD maupun CMOS inilah, yang akan mengatur kepekaan pencahayaannya. CCD maupun CEMOS juga telah menjadi "film digital", pada kamera-kamera moderen yang beredar saat ini.

Kamera Digital


Kategori Kamera Digital :
a.     Video Cameras
Video camera merupakan sejenis kamera yang dapat merekam bayangan bergerak. Professional Video Camera adalah Video camera yang memiliki sensor bayangan yang beragam, yang dapat meningkatkan resolusi dan tingkatan warnanya. Jenis kamera digital ini, biasanya dapat ditemukan pada studio-studio televisi.
b.    Live-preview Digital Cameras
Kamera digital yang menggunakan tampilan (bayangan digital) secara langsung melalui sebuah layar elektronik. Layar yang digunakan dapat berupa LCD (liquid crystal display), atau sebuah EVF (electronic viewfinder).




c.      Compact Digital Cameras
Kamera ini didisain dengan ukuran yang kecil dan mudah dibawa, untuk ukuran yang paling kecil biasa dikenal dengan sebutan subcompact. Compact camera biasanya sangat mudah digunakan, dan pada kamera ini biasanya bayangan hanya dapat direkam menggunakan lossy JPEG compression. JPEG adalah kepanjangan dari Joint Photographic Expert Group, yang merupakan metode yang biasa digunakan dalam kompresi bayangan fotografi.
d.    Digital Single Lens Reflex Cameras (DSLRs)
DSLRs ini biasa di gunakan oleh para photographer profesional, serta oelh orang-orang memiliki antusias tinggi dalam foto. Memiliki optik bagian luar, sehingga dapat menggunakan lensa yang dapat ditukar-tukar, serta asesoris yang beragam. Kamera ini juga mampu memproduksi bayangan dengan resolusi tingkat tinggi.
e.      Digital Rangefinder
Digital Rangefinder Camera adalah sebuah kamera digital yang dilengkapi dengan Rangefinder, yaitu perangkat kamera yang digunakan untuk mengukur jarak dari photographer ke objek yang menjadi target, untuk menetapkan titik fokusnya.
f.      Professional Modular Digital Camera System
Kamera digital yang terdiri atas perangkat profesional berkwalitas tinggi, yang dapat disusun dari komponen-komponen modular, seperti winders, grips, lenses, dan sebagainya. Digunakan pada studio-studio, untuk keperluan produksi periklanan. Kamera ini sulit untuk dibawa, karena ukuranya yang sangat besar dan bentuknya yang kaku. Hal itu juga menyebabkan jenis kamera ini jarang sekali digunakan dalam aktivitas fotografi yang banyak membutuhkan gerakan, serta dalam fotografi di alam terbuka.
g.     Line Scan Camera System
Line-scan camera adalah sebuah kamera yang terdiri atas sebuah line-scan (jalur scan) image sensor chip, dan sebuah mekanisme pengatur titik fokus. Image sensor adalah sebuah perangkat yang merubah bayangan visual menjadi sebuah sinyal elektrik


2.5 Jenis Kamera Berdasarkan Media Penangkap Cahaya                
            Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).

Kamera film
Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.


Jenis film

Pembagian film berdasarkan ukuran:

  • Small format (35mm)
  • Medium format (100-120mm)
  • Large format
Angka di atas berarti ukuran diagonal film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film harus menggunakan kamera yang berbeda pula.
Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya:
  • Film hitam putih
  • Film warna
  • Film positif
  • Film negatif
  • Film daylight
  • Film tungsten
  • Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)

Kamera Polaroid

             Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.

 

2.6 JENIS KAMERA BERDASARKAN MEKANISME KERJA

Kamera single lens reflex

           Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.

 

Kamera instan

              Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.






2.7 PEMBAGIAN KAMERA BERDASARKAN TEKNOLOGI VIEWFINDER

              Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.

 

 

Kamera saku

           Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan. Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela bidik (viewfinder) dengan lensa.

Kamera TLR

           Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.

                                                           

2.8 CARA KERJA KAMERA
             Kamera terdiri atas sebuah lensa cembung dan film. Saat menekan tombol shutter pada kamera, terdapat proses yang sangat cepat dalam menangkap gambar. Pantulan cahaya dari  benda yang ada di depan kamera masuk ke kamera lalu mengenai lensa cembung. Lensa cembung ini yang akan memfokuskan cahaya yang diterima berupa  bayangan terbalik ke suatu tempat yang disebut film yang sangat peka cahaya. Proses kimia terjadi saat film terkena cahaya dan membentuk sebuah pola gambar. Hanya bagian film yang terkena cahaya yang akan terbakar dan hangus, sedangkan bagian yang lainnya tetap.
Film yang digunakan untuk foto hitam putih menggunakan satu lapis senyawa garam perak halida. Sedangkan untuk foto berwarna menggunakan minimal 3 lapis senyawa garam perak halida. Hasil dari penangkapan film adalah sebuah lembaran hitam yang disebut klise/negatif. Kemudian film dicetak pada kertas foto. Pada proses ini arang sisa film yang terbakar karena terkena cahaya akan terbuang sehingga lapisan film menjadi  putih/transparan. Sedang yang tidak terbakar tetap hitam. Proses selanjutnya adalah mentransfer film (negatif) ke atas kertas foto (positif) atau disebut dengan proses  pencetakkan. Kertas yang digunakan untuk mencetak foto adalah kertas khusus yang
 
dilapisi senyawa ferro. Oh iya, proses pencetakan atau pencucian foto harus dilakukan  pada ruang gelap loh. Kenapa begitu? Karena cahaya dapat merusak hasil film yang sangat mudah terbakar.





2.9 KAMERA UNIK DI DUNIA
             Sebuah kamera pada dasarnya harus mempunyai dua unsur utama : lensa dan shutter. Pada kamera konvensional pro, masih ada sederet pelengkapan lain, yakni jendela bidik, pengatur bukaan diafragma (f) dan speed, serta iso (asa).
Lupakan segala hal berbau teknis diatas, karena di masa kini semakin mudah orang menjadi fotografer amatir berkat gadget semacam telepon genggam yang dilengkapi fitur kamera. Cukup dengan lensa dan shutter, seseorang bias menggambil gambar yang diinginkan.
Selain kamera yang sudah ada, masih banyak kamera unik seperti Lomo. Kamera mainan (toy kamera) hingga Pin Hole (kamera lubang jarum) yang digunakan untuk menghasilkan gambar tak lazim.
Kamera yang unuk tidak hanya dari gambar yang dihasilkan, melainkan juga dari bentuk yang aneh. Seperti misalnya kamera-kamera dibawah ini :










1.     Sling Shot Camera 1126

   

                            
Kamera berbentuk ketapel yang dirancang oleh 2 orang desiner Korea bernama Eom Young dan Im Jung Eun. Cara kerjanya sama seperti ketapel sungguhan jika ingin mengambil gambar dengan menarik karet yang berfungsi sebagai tombol shutter. Sling Shot Camera dilengkapi dengan layar LCD dan 2 lampu flash.

2.     Carboard Camera

 

IKEA perusahaan ritel perabotan rumah meluncurkan kamera unik berbentuk kartu yang diberi merk KNAPPA. Kamera tipis ini berbentuk kartu yang diberi merk KNAPPA. Kamera tipis ini terbuat dari karton daur ulang, bertenaga 2 buah  baterai ukuran AAA, mampu menyimpan sebamyak sebanyak 40 foto dan dilengkapi USB connector yang terintegrasi.







3.     Gunshape Camera

 

Kamera bermerk AIMAT ini memamng menyerupai pistol, dilengkapi pelatuk yang berfungsi sebagai tombol shutter. Arahkan kamera pada objek yang dituju, lalu tarik pelatuknya. Namun kamera AIMAT rancangan Franziska Dierschke hanya sebuah konsep dan tidak untuk dijual.

4.     Binoculars Camera


 

Pembuat gadget terkenal asal Tokyo bernama Thanko, membuat kamera yang diberi nama UDGZDC8M. Berbentuk teropong (binocular) dengan fitur 4x digital zoom. Kamera 8 megapixel ini juga dilengkapi dengan layar LCD, memory slot dan USB port.

5.     Ring Camera


Kamera bermerk Snap ini diproduksi oleh Canon, berbentuk cincin berwarna perak yang jika dilihat sekilas memang sangat mirip cincin asli. Lensa kamera terletak pada bagian lingkaran yang biasa ditaruh batu berharga. Sangat berguna untuk memata-matai sebuah tempat atau seseorang.


2.10 Kamera Termahal di Dunia

                Jika dulu untuk mengambil gambar atau foto, sangat susah dan ditambah lagi ukurannya yang sangat berat. Tidak seperti sekarang, untuk mengambil gambar tinggal pegang, nyalakan lalu ambil gambarnya. Begitu juga untuk mendapatkan hasil jepretan, pada zaman dulu harus melalui proses yang berbelit dengan cara yang lama. Sedangkan sekarang lebih mudah dan cepat untuk menghasilkan gambar yang maksimal. 
Saat ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal sangat mudah, selain kamera yang digunakan sudah mempunyai resolusi dan kualitas yang baik, juga karena ada beberapa aplikasi editing foto sehingga hasilnya bisa sesuai dengan yang kita inginkan. Kamera yang berkualitas tentunya mempunyai harga yang sangat mahal. 

Berikut  Kamera termahal di dunia saat ini : 

1.       Kamera Susse Freres Daguerreotype


Kamera Susse Freres Daguerreotype adalah kamera yang paling mahal di dunia. Kamera ini berusia hampir 173 tahun, Walaupun kepemilikan kamera ini secara pribadi. Kamera ini adalah contoh kamera langka dari metode Daguerreotype yang memiliki fitur seperti cap litograf oval yang ditandatangani oleh Louis Jacques Mandé Daguerre. Kamera ini sedang di pamerkan di WestLicht Wina Austria. Harga kamera ini sekitar 978.000 USD atau sekitar 1,17 triliun. 










2.       Kamera Leica 0-Serie Nr.107


Inilah kamera yang paling mahal di dunia, Leica 0-Serie Nr.107. Perusahaan kamera Leica didirikan pada tahun 1923. Satu-satunya kamera yang memiliki kata "Jerman" yang terukir di kamera bagian atasnya. Selain ini, Leica 0-Serie Nr.107 dianggap sebagai satu-satunya kamera yang diproduksi hanya 25 kamera. Kamera ini dibanderol dengan harga 650.000 USD atau sekitar 7,8 miliar. 

3.       Kamera Digital Hasselblad H4D-200ms


Setelah peluncuran Hasselblad H4D-200ms, Hasselblad telah menjadi pilihan pertama untuk kamera fotografer profesional. Fitur H4D termasuk sensor medium format 50-megapixel atau 60-megapiksel dengan Hasselblad True Focus Absolute Posisi Kunci, sangat meningkatkan auto-focus untuk fotografer komersial. Ia memiliki resolusi yang menakjubkan 200 juta piksel yang memungkinkan untuk fotografi dengan hasil yang menakjubkan. Sebuah sensor dipasang ke dalam bingkai jepretan multi-simetris yang memungkinkan sensor untuk secara tepat diposisikan menggunakan aktuator piezo-electrical. Jadi memindahkan sensor dan setengah piksel pada suatu waktu membantu kamera untuk menangkap enam tembakan pada suatu waktu. Harga kamera ini sekitar 45.000 USD atau sekitar 540 jutaan. 



4.       Seitz 6 * 17 "Kamera Digital Panorama


Perusahaan ini didirikan pada tahun 1955, saat Seitz satu-satunya kamera Swiss yang menguasai dalam seni fotografi panorama. Sebelum peluncuran model kamera 6 * 17 ", kamera Seitz memiliki mekanisme kamera putar, tapi 6 * 17" tidak berputar tapi menghasilkan satu gambar dari 160 resolusi megapiksel. Seitz adalah satu-satunya kamera di dunia yang menciptakan gambar dengan resolusi tinggi sekitar 6 inci sebesar 17 inci bersama dengan jangkauan dan warna. Sebuah fitur yang disertakan dalam Seitz 6 * 17 adalah kemampuan menangkap 300 megabyte data setiap detik dan itu terlalu cepat. Sangat mudah untuk mengontrol kamera ini dan bahkan dapat menyimpan data melalui tablet yang terhubung atau komputer pribadi atau Macintosh dan itu berguna untuk lanskap, jepretan kelompok, seni rupa, arsitektur dan setiap subjek fotografi yang memerlukan resolusi tinggi. Kamera ini dibanderol dengan harga hampir 43.000 USD atau sekitar 516 jutaan. 

5.       Phase One P65 + Back dengan 645


Kamera ini adalah salah satu kamera digital medium format yang memiliki sensor setara dengan permukaan daerah dua kali dari yang SLR high-end. Teknologi sensor pada kamera ini membantu Anda untuk menangkap gambar berkualitas sangat tinggi bahkan pada ISO 3200, kamera dapat menghasilkan gambar sekitar 15 megapixel. Fitur Fase One P65 + memiliki resolsui 65 megapiksel, sensor full frame 645 , tiga port USB dan slot FireWire 800. Kamera ini bisa menangani zoom konstan, pencetakan gambar berukuran poster dan menampilkannya pada monitor raksasa. Kamera ini dibanderol dengan harga 54.860 USD atau sekitar 658 jutaan.

 
6.       Kamera Digital Panoscan MK-3 Panorama 360 Derajat


Kamera ini memiliki fitur foto panorama 360 derajat yang kompatibel dengan teknologi virtual reality. Hanya membutuhkan waktu delapan detik untuk mengambil gambar panorama 360 derajat. MK-3 menawarkan kemampuan untuk menangkap gambar datar, gambar panorama untuk mengambil gambar virtual reality dengan Flash VR, QuickTime VR dan berbasis JAVA. Yang paling penting, gadget ini berguna dapat digunakan oleh militer untuk pemetaan taktis dan juga berguna untuk kepolisian untuk foto forensik TKP. Kamera ini dibanderol dengan harga sekitar 40.000 USD atau sekitar 480 juta. 

7.        Kamera Leica S2-P


Kamera digital SLR ini memiliki fitur hi-tech dan kinerja yang luar biasa. Ini adalah salah satu kamera favorit di kalangan fotografer profesional, terutama untuk mengambil foto-foto pinggir jalan. Salah satu fitur yang menarik adalah ukuran dan penanganan model 35mm. Dengan adanya sensor dari 30 hingga 40 mm dengan 37,5 Megapixel, memberikan gambar dengan kejelasan yang luar biasa tajam dan warna. Fitur lain termasuk fitur Auto-focus yang berkisar dari ultra-wide ke super telephoto, tahan air, baterai yang tahan lama dan masih banyak lagi. Kamera digital yang luar biasa ini dibanderol dengan harga sekitar 30.000 USD atau sekitar 360 jutaan. 




8.       Kamera Canon EOS-1D Mark III Digital SLR


Kamera Canon EOS-1D memiliki kelebihan untuk kecepatan dan shooting berkualitas tinggi. Kamera ini memiliki output video antarmuka FireWire dan dirancang khusus untuk kecepatan. Ketika full-frame sensor gambar 16 + megapixel mampu menggabungkan dengan prosesor gambar yang cepat sehingga bisa memberikan tembakan yang secepat empat frame per detik. Karena resolusi tinggi, SLR digital ini dapat menjadi alat yang berguna untuk fotografi komersial dan juga untuk mengambil foto pribadi. Gadget canggih ini dibanderol dengan harga sekitar 12.000 atau sekitar 144 jutaan. 

9.       Kamera Pentax 645D 40MP Digital SLR


Pentax 645D dikenal sebagai "medium format" kamera digital. Fitur di kamera ini adalah memiliki resolusi gambar yang tinggi dengan sensor kamera 40 megapiksel yang mengesankan, yang dapat digunakan dalam ukuran cetak besar. Kamera ini memiliki tubuh yang sangat ringan dan tahan cuaca tahan terhadap debu, salju dan hujan. Kamera ini adalah salah satu kamera terbaik untuk digunakan dalam fotografi outdoor. Pentax 645D menangani 14-bit RAW file antara PEF dan format DNG serta memiliki kemampuan untuk mengambil gambar hingga 1,1 frame per detik pada resolusi 40MP penuh. Kamera ini dibanderol dengan harga 10.000 USD atau sekitar 120 jutaan.

 


10.   Kamera Nikon D4 Digital SLR


Nikon D4 SLR digital dengan FX-format memiliki sensor kamera CMOS 16.2 megapiksel yang dianggap sebagai salah satu kamera yang paling terjangkau dalam daftar ini. Fitur yang paling menarik dari D4 adalah kamera ini bisa bekerja pada beberapa media, menawarkan kecepatan menangkap gambar berkualitas tinggi dan cepat pada tingkat 11 frame per detik dengan bantuan prosesor Nikon EXPEED3. Selain itu D4 juga bisa mengambail video dengan kualitas HD 1080p . Kamera ini adalah salah satu di antara kamera kelas profesional dengan harga sekitar 6.000 USD atau sekitar 72 jutaan.



























BAB III
PENUTUP


3.1 KESIMPULAN
             Sebelum kamera ditemukan, orang membuat gambar dengan melukis atau menggambar. Itu membutuhkan waktu dan bisa tidak akurat. Ditemukannya kamera obskura merupakan tonggak perubahan adanya kamera yang kita manfaatkan saat ini. Kamera memungkinkan orang untuk membuat catatan visual dari kehidupan mereka dan kejadian penting. Tiba-tiba orang bisa melihat foto-foto suatu tempat yang jauh. Kamera membawa seluruh dunia menjadi lebih dekat dan terbayangkan. Foto-foto mulai mempengaruhi orang-orang dan berpendapat tentang dunia. Kamera membawa perubahan besar pada kehidupan. Saat ini, untuk mencetak sebuah gambar pada kertas foto sudah tidak menggunakan kertas film lagi. Kini kamera modern yang disebut kamera digital menggunakan proses elektronik dan menyimpan gambar hasil pemotretan pada sebuah kartu (memory card). Hasil foto bisa dilihat secara langsung secara digital tanpa harus melalui proses pencetakkan terlebih dahulu. Sampai sekarang cara kerja kamera modern masih dikembangkan oleh setiap produsen kamera.



DAFTAR PUSTAKA







BIODATA PENULIS
Nama saya Titis Prastiwi. Saya lahir di kota Sidoarjo tepatnya tanggal 29 November 1996. Alamat rumah saya di Jln Kutuk Barat Gg Masjid RT 11 RW 08 Sidokare Sidoarjo. Saya beragama Islam. Hobi saya nonton drama korea. Saya sekarang bersekolah di SMK ANTARIKA 2 Sidoarjo, jurusan Multimedia.
Adapun pendidikan formal yang saya tempuh yaitu lulusan tahun 2009 dari SDN Sidokare III dan tahun 2012 saya lulus sekolah SMP di SMPN 2 Buduran. Saya mengikuti prakerin waktu kelas XI pada tanggal 01 Juli-30 Oktober 2014 di PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA.

Kalian bisa mengunjungi website saya titisprastiwi.blogspot.com atau bisa juga anda menghubungi email saya di titisprastiwi@gmail.com.