PROPOSAL
SEJARAH
KAMERA DAN JENIS-JENIS KAMERA
DISUSUN
OLEH :
TITIS
PRASTIWI
NISN:
Progam
Studi Keahlian
MULTIMEDIA
SMK
Antartika 2 Sidoarjo
Tahun
Pembelajaran 2014/2015
PROPOSAL
PROJECT
TUGAS AKHIR
Nama Sekolah :
SMK ANTARTIKA 2 SIDOARJO
Program Keahlian : Multimedia
Kode :
Lokasi Waktu :
Nomor Peserta :
Nama Peserta : Titis Prastiwi
Judul Proyek : Sejarah Kamera dan Jenis-Jenis
Kamera
Perseta
Ujian
Titis Prastiwi
Kepala Sekolah
Guru
Pembimbing
SMK ANTARTIKA 2 SIDOARJO
IMAM JAWAHIR S.Pd.MM GUNAWAN ARI BOWO.SST
NIP.19690510 200501 1 015 NUPTK. 8443755656200022
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Puji
dan syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat, hidayah dan inayah serta nikmat diantaranya adalah nikmat sehat,
sehingga kami dapat menyelesaikan proposal Tugas Akhir ini. Diharapkan dengan
makalah ini selain untuk memenuhi nilai tugas, juga dapat memberi manfaat bagi
para pembaca dimana bisa lebih memahami informasi & pengetahuan tentang
Sejarah Kamera dan Jenis-Jenis Kamera.
Besar harapan penulis agar Laporan ini dapat bermanfaat bagi
siapa saja yang membutuhkannya. Penulis menyadari masih banyak terdapat
kekurangan dalam proposal Tugas Akhir ini, oleh sebab itu penulis memohon maaf sebesar-besarnya
serta menerima segala kritik dan saran demi menjadi lebih baik lagi.
Wassalamualaikum
Wr. Wb.
Sidoarjo, Maret 2015
Penulis
DAFTAR ISI
JUDUL………………………………………………………………................................... ….
1
PENGESAHAN………………………………………………………………………….… .....
2
KATA
PENGANTAR……………………………………………………………………….... 3
DAFTAR
ISI…………………………………………………………………………………... 4
BAB
I PENDAHULUAN……………………………………………………………………..
5
1.1 Latar
Belakang…………………………….............................................................. 5
1.2
Tujuan……………………………………………………………………………...
5
1.3
Manfaat…………………………………………………………………………… 5
BAB
II PEMBAHASAN……………………………………………...................................... 7
2.1 Sejarah dan Perkembangan Kamera……………………………………………... 7
2.2 Sejarah Perkembangan Kamera Digital………………………………………….
8
2.3 Komponen Kamera…………………………………………………………....... 9
2.4 Jenis-jenis Kamera Berdasarkan Sistem Kerjanya
dan Kategori Kamera Digital 9
2.5 Jenis Kamera Berdasarkan Media Penangkap
Cahaya………………………….. 12
2.6
Jenis Kamera Berdasarkan
Mekanisme Kerja………………………………...… 13
2.7 Pembagian Kamera Berdasarkan Teknologi
Viewfinder……………………….. 14
2.8 Cara Kerja Kamera………………………………………………………………. 14
2.9 Kamera Unik di Dunia………….……………………………………………….. 15
2.10
Kamera Termahal di Dunia…………………………………………………….... 18
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………... 24
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………… 24
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………………………… 24
BIODATA
PENULIS………………………………………………………………………… 25
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR
BELAKANG
Dewasa ini, perkembangan teknologi
semakin maju. Banyak manusia yang menggunakan teknologi sebagai kepentingan
pribadi maupun kelompok. Berbagai macam alat-alat teknologi juga telah
berkembang sangat pesat seiring dengan majunya zaman dan pemikiran orang dari
ilmu yang didapat. Perkembangan dunia IPTEK yang semakin pesat telah membawa
manfaat yang luar biasa untuk
kemajuan peradaban umat manusia. Kemajuan IPTEK yang telah dicapai sekarang benar-benar telah diakui dan
dirasakan oleh seluruh manusia modern serta memberikan kemudahan dan kenyamanan
bagii kehidupan manusia. Pekerjaan manusia yang dulu hanya bisa dikerjakan
menggunakan tenaga manusia, sekarang telah digantikan oleh teknologi yang
justru juga diciptakan oleh otak manusia. Tujuannya yaitu untuk memberikan
keefisienan, kemudahan, dan kenyamanan bagi manusia. Kemajuan teknologi juga
memberikan dampak, baik dampak yang baik maupun dampak yang buruk.
1.2
TUJUAN
Makalah
ini bertujuan untuk mengakaji perkembangan teknologi dan pengetahuan tentang
kamera dari awal ditemukan sampai sekarang.
1.3
MANFAAT
Sebagai
sumber informasi tentang awal perkembangan kamera dari jaman kuno hingga jaman
modern.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KAMERA
Kamera berasal dari istilah qamara (bahasa arab). Camera
obscura pertama kali dibuat oleh ilmuan muslim bernama Abu Muhammad Ibn Al
Hasan Ibn Al Haytham atau Ibnu Haitam, yang lahir di Basra, Irak (965 - 1039
M). Dunia mengenal Ibnu Haitam (dIi Barat dikenal sebagai Alhazen) sebagai
perintis dibidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk kitab Al-Manazir
(buku optik). Salah satu teori dalam buku tersebut yaitu mengenai fenomena
kamar gelap yang menjadi konsep dasar kamera sekarang ini. Bradley Steffens
dalam karyanya yang berjudul Ibnu haitam : first scientist mengungkapkan, kitab
Al manazir merupakan buku pertama yang menjelaskan prinsip kerja camera
obscura. Ibnu haitam juga merupakan orang pertama yang menggambarkan seluruh
detil bagian indra penglihatan manusia dan pencetus teori lensa pembesar.
“The
Optics yang menyimpan banyak teori
-teori
ilmu tentang cahaya dan lensa juga penglihatan ini banyak dipakai di
Universitas-Universitas Eropa dan bahkan menjadi materi wajib di banyak
kampus di negeri Eropa.
Gambar
2.1.1 kamera obscura
Gambar
2.1.2 Kamera portable obscura
Kamera
berawal dari sebuah alat serupa yang dikenal dengan Kamera Obscura yang merupakan kotak kamera yang
belum dilengkapi dengan film untuk menangkap gambar atau bayangan. Pada
abad ke 16 Girolamo Cardano melengkapi kamera obscura dengan lensa pada
bagian depan kamera obscura tersebut. Meski demikian, bayangan yang
dihasilkan ternyata tidak tahan lama, sehingga penemuan Girolamo belum dianggap
sebagai dunia fotografi.
2.2 SEJARAH PERKEMBANGAN KAMERA DIGITAL Fotografi
digital merupakan salah satu inovasi terbaik dalam dunia fotografi.
Kehadirannya telah mengubah paradigma masyarakat yang menganggap bahwa
fotografi adalah suatu bidang yang mahal dan sulit untuk dikuasai. Fotografi
digital benar-benar bisa memberikan kepraktisan dan kemudahan bagi setiap orang
untuk membuat sebuah foto yang baik. Dengan perkembangan teknologi yang pesat,
dan beragam fitur untuk membuat foto yang bagus, muncul sebuah ungkapan bahwa
setiap orang bisa menjadi fotografer profesional. Pada tahun 1960 Eugene
F. Lally, seorang
teknisi dari Jet
Propulsion Laboratory NASA adalah orang pertama yang
mencetuskan ide untuk mendigitalisasi sebuah foto.
Saat
itu tujuannya adalah untuk mempermudah pengiriman foto secara langsung
dari misi-misi luar angkasa Amerika Serikat.
suatu
peristiwa yang terjadi, secepat mungkin. Maka digunakanlah media pemindai
foto (scanner). Sebuah foto dipindai menjadi data elektronik, kemudian
dikirimkan melalui jalur telepon. Akan tetapi, cara ini juga masih dianggap
merepotkan, karena terjadi penurunan kualitas gambar yang cukup
signifikan dan proses pengiriman foto pun masih memerlukan waktu yang relatif
lama.
Untuk
menjawab persoalan ini, diperlukan suatu kamera yang bisa secara langsung
menciptakan foto yang berupa data elektronik. barulah pada bulan Desember tahun
1975, seorang teknisi dari perusahaan Kodak yang bernama Steven Sasson, menjadi orang pertama yang
menemukan
Kamera
Digital.
2.3 KOMPONEN KAMERA
Sebuah
kamera minimal terdiri atas:
- Kotak
yang kedap cahaya (badan kamera)
- Sistem
lensa
- Pemantik
potret (shutter)
- Pemutar
film
Sistem lensa
Sistem lensa dipasang pada lubang
depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun
dalam suatu silinder logam. Tingkat
penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau bukaan relatifnya.
Makin rendah angka f ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat
penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif
diatur oleh suatu diafragma. Untuk kamera SLR, lensa
dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang
masuk sesuai keinginan fotografer. Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat
ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan. Disamping lensa biasa,
dikenal juga lensa sudut lebar (wide lens), lensa sudut kecil (tele
lens), dan lensa variabel (variable lens, atau oleh kalangan awam
disebut dengan istilah lensa zoom. Lensa sudut lebar mempunyai jarak
fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada
lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar,
sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto. Lensa variabel dapat
diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa
tersebut. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai
ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal length (jarak
antara kedua lensa). Focal lenght memengaruhi besar komposisi gambar
yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.
Pemantik potret
Tombol pemantik
potret atau shutter dipasang di belakang lensa atau di antara lensa.
Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk
memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan shutter. Waktu ini ialah
singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya
mengenai film.
Beberapa masyarakat awam menganggap
kemampuan kamera sebanding dengan besarnya nilai maksimum shutter speed
yang bisa digunakan.
Bagian lain
Bagian lain sebuah kamera,
antara lain:
- Mekanisme
memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat
disingkapkan pada objek
- Mekanisme
fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,
- Pemindai
komposisi pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang
akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan
- lightmeter
untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya
bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga
diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.
Beberapa kamera, terutama jenis
kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu dari bagian-bagian tersebut.
2.4 JENIS-JENIS KAMERA BERDASARKAN SISTEM KERJA DAN KATEGORI
KAMERA DIGITAL
1.Kamera Analog
Adalah salah satu kategori kamera yang
dalam teknik pengambilan gambarnya, masih menggunakan film seluloid. Film
seluloid ini mempunyai tiga buah elemen dasar, yaitu elemen optikal yang
berupa berbagai macam lensa, elemen kimia berupafilm seluloid itu sendiri,
serta elemen mekanik yang berupa badan dari kamera itu sendiri. Kamera analog
membutuhkan bukaan diafragma 1/f detik, sehingga cahaya yang ditangkap, bisa
diterima oleh film tersebut menjadi sebuah gambar. Di dalam kehidupan
masyarakat, kamera analog ini biasanya lebih akrab dengan sebutan kamera
film. Hal ini disebabkan karena penggunaan film pada kamera tersebut,
sebagai media perekam atau penyimpanannya. Film tersebut juga biasa dikenal
dengan sebutan klise atau negatif.
Kamera
Analog
2. Kamera Digital
Kamera digital merupakan jenis
kamera, yang proses pengambilan gambarnya dilakukan secara digital, dengan
media perekam/penyimpanan berupa memory (flash). Untuk beberapa jenis kamera
digital, ada pula yang dapat digunakan untuk merekam suara. Pada kamera digital
ini, penggunaan eleman kimia telah digantikan dengan elemen chips. Elemen chips
tersebut dapat berupa CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor), atau
dapat juga berupa CCD (Charge Couple Device). CCD maupun CMOS inilah, yang akan
mengatur kepekaan pencahayaannya. CCD maupun CEMOS juga telah menjadi
"film digital", pada kamera-kamera moderen yang beredar saat ini.
Kamera Digital
Kategori
Kamera Digital :
a.
Video
Cameras
Video
camera merupakan sejenis kamera yang dapat merekam bayangan bergerak.
Professional Video Camera adalah Video camera yang memiliki sensor bayangan
yang beragam, yang dapat meningkatkan resolusi dan tingkatan warnanya. Jenis
kamera digital ini, biasanya dapat ditemukan pada studio-studio televisi.
b.
Live-preview
Digital Cameras
Kamera
digital yang menggunakan tampilan (bayangan digital) secara langsung melalui
sebuah layar elektronik. Layar yang digunakan dapat berupa LCD (liquid crystal
display), atau sebuah EVF (electronic viewfinder).
c.
Compact
Digital Cameras
Kamera
ini didisain dengan ukuran yang kecil dan mudah dibawa, untuk ukuran yang
paling kecil biasa dikenal dengan sebutan subcompact. Compact camera biasanya
sangat mudah digunakan, dan pada kamera ini biasanya bayangan hanya dapat
direkam menggunakan lossy JPEG compression. JPEG adalah kepanjangan dari Joint
Photographic Expert Group, yang merupakan metode yang biasa digunakan dalam
kompresi bayangan fotografi.
d.
Digital
Single Lens Reflex Cameras (DSLRs)
DSLRs
ini biasa di gunakan oleh para photographer profesional, serta oelh orang-orang
memiliki antusias tinggi dalam foto. Memiliki optik bagian luar, sehingga dapat
menggunakan lensa yang dapat ditukar-tukar, serta asesoris yang beragam. Kamera
ini juga mampu memproduksi bayangan dengan resolusi tingkat tinggi.
e.
Digital
Rangefinder
Digital
Rangefinder Camera adalah sebuah kamera digital yang dilengkapi dengan
Rangefinder, yaitu perangkat kamera yang digunakan untuk mengukur jarak dari
photographer ke objek yang menjadi target, untuk menetapkan titik fokusnya.
f.
Professional
Modular Digital Camera System
Kamera
digital yang terdiri atas perangkat profesional berkwalitas tinggi, yang dapat
disusun dari komponen-komponen modular, seperti winders, grips, lenses, dan
sebagainya. Digunakan pada studio-studio, untuk keperluan produksi periklanan.
Kamera ini sulit untuk dibawa, karena ukuranya yang sangat besar dan bentuknya
yang kaku. Hal itu juga menyebabkan jenis kamera ini jarang sekali digunakan
dalam aktivitas fotografi yang banyak membutuhkan gerakan, serta dalam
fotografi di alam terbuka.
g.
Line
Scan Camera System
Line-scan
camera adalah sebuah kamera yang terdiri atas sebuah line-scan (jalur scan)
image sensor chip, dan sebuah mekanisme pengatur titik fokus. Image sensor
adalah sebuah perangkat yang merubah bayangan visual menjadi sebuah sinyal
elektrik
2.5 Jenis
Kamera Berdasarkan Media Penangkap Cahaya
Kamera
film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan
teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif
terhadap cahaya. Saat proses cuci film,
silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan
menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal
dan larut bersama cairan pengembang (developer).
Kamera film
Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter,
yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret,
karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang
dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36
singkapan, bahkan kadang lebih.
Jenis film
Pembagian film
berdasarkan ukuran:
- Small
format (35mm)
- Medium
format (100-120mm)
- Large
format
Angka di atas berarti ukuran
diagonal film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film harus menggunakan kamera
yang berbeda pula.
Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan
kesensitifannya:
- Film
hitam putih
- Film
warna
- Film
positif
- Film
negatif
- Film
daylight
- Film
tungsten
- Film
infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)
Kamera Polaroid
Kamera jenis ini memakai lembaran
polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu
melakukan proses cuci cetak film.
2.6 JENIS KAMERA BERDASARKAN MEKANISME KERJA
Kamera single lens
reflex
Kamera
ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam
jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera
ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.
Kamera instan
Istilah instan adalah dimilikinya
mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter
atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara
otomatis telah diatur.
2.7 PEMBAGIAN KAMERA
BERDASARKAN TEKNOLOGI VIEWFINDER
Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi.
Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan
mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.
Kamera saku
Jenis
yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa
diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan. Cahaya yang
melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang
ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada
perbedaan sudut pandang jendela
bidik (viewfinder) dengan lensa.
Kamera TLR
Kelemahan kamera
poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik
dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan
posisi kedua lensa tidak sama.
2.8 CARA KERJA KAMERA
Kamera terdiri atas sebuah lensa
cembung dan film. Saat menekan tombol shutter pada kamera, terdapat proses yang sangat cepat dalam menangkap gambar.
Pantulan cahaya dari benda yang ada di depan kamera masuk ke kamera lalu mengenai lensa cembung.
Lensa cembung ini yang akan memfokuskan cahaya yang diterima berupa bayangan
terbalik ke suatu tempat yang disebut film yang sangat peka cahaya. Proses kimia terjadi saat film terkena cahaya dan
membentuk sebuah pola gambar. Hanya bagian film yang terkena cahaya yang akan
terbakar dan hangus, sedangkan bagian yang lainnya tetap.
Film
yang digunakan untuk foto hitam putih menggunakan
satu lapis senyawa garam perak halida. Sedangkan untuk foto berwarna
menggunakan minimal 3 lapis senyawa garam perak halida. Hasil dari penangkapan
film adalah sebuah lembaran hitam yang disebut klise/negatif. Kemudian
film dicetak pada kertas foto. Pada proses ini arang sisa film yang terbakar karena terkena cahaya akan terbuang
sehingga lapisan film menjadi putih/transparan. Sedang yang tidak
terbakar tetap hitam. Proses selanjutnya adalah mentransfer film (negatif) ke
atas kertas foto (positif) atau disebut dengan proses pencetakkan. Kertas
yang digunakan untuk mencetak foto adalah kertas khusus yang
dilapisi
senyawa ferro. Oh iya, proses pencetakan atau pencucian foto harus dilakukan
pada ruang gelap loh. Kenapa begitu? Karena cahaya dapat merusak hasil
film yang sangat mudah terbakar.
2.9 KAMERA UNIK DI DUNIA
Sebuah kamera
pada dasarnya harus mempunyai dua unsur utama : lensa dan shutter. Pada kamera konvensional
pro, masih ada sederet pelengkapan lain, yakni jendela bidik, pengatur bukaan
diafragma (f) dan speed, serta iso (asa).
Lupakan segala hal berbau teknis diatas,
karena di masa kini semakin mudah orang menjadi fotografer amatir berkat gadget
semacam telepon genggam yang dilengkapi fitur kamera. Cukup dengan lensa dan
shutter, seseorang bias menggambil gambar yang diinginkan.
Selain kamera yang sudah ada, masih
banyak kamera unik seperti Lomo. Kamera mainan (toy kamera) hingga Pin Hole
(kamera lubang jarum) yang digunakan untuk menghasilkan gambar tak lazim.
Kamera yang unuk tidak hanya dari gambar
yang dihasilkan, melainkan juga dari bentuk yang aneh. Seperti misalnya
kamera-kamera dibawah ini :
1.
Sling Shot Camera 1126
Kamera berbentuk ketapel yang dirancang oleh 2 orang desiner
Korea bernama Eom Young dan Im Jung Eun. Cara kerjanya sama seperti ketapel
sungguhan jika ingin mengambil gambar dengan menarik karet yang berfungsi
sebagai tombol shutter. Sling Shot Camera dilengkapi dengan layar LCD dan 2
lampu flash.
2. Carboard
Camera
IKEA perusahaan ritel perabotan
rumah meluncurkan kamera unik berbentuk kartu yang diberi merk KNAPPA. Kamera
tipis ini berbentuk kartu yang diberi merk KNAPPA. Kamera tipis ini terbuat
dari karton daur ulang, bertenaga 2 buah
baterai ukuran AAA, mampu menyimpan sebamyak sebanyak 40 foto dan
dilengkapi USB connector yang terintegrasi.
3. Gunshape
Camera
Kamera bermerk AIMAT ini memamng menyerupai pistol,
dilengkapi pelatuk yang berfungsi sebagai tombol shutter. Arahkan kamera pada
objek yang dituju, lalu tarik pelatuknya. Namun kamera AIMAT rancangan
Franziska Dierschke hanya sebuah konsep dan tidak untuk dijual.
4. Binoculars
Camera
Pembuat gadget
terkenal asal Tokyo bernama Thanko, membuat kamera yang diberi nama UDGZDC8M.
Berbentuk teropong (binocular) dengan fitur 4x digital zoom. Kamera 8 megapixel
ini juga dilengkapi dengan layar LCD, memory slot dan USB port.
5.
Ring Camera
Kamera
bermerk Snap ini diproduksi oleh Canon, berbentuk cincin berwarna perak yang
jika dilihat sekilas memang sangat mirip cincin asli. Lensa kamera terletak
pada bagian lingkaran yang biasa ditaruh batu berharga. Sangat berguna untuk
memata-matai sebuah tempat atau seseorang.
2.10 Kamera Termahal di Dunia
Jika dulu untuk mengambil
gambar atau foto, sangat susah dan ditambah lagi ukurannya yang sangat berat. Tidak
seperti sekarang, untuk mengambil gambar tinggal pegang, nyalakan lalu ambil
gambarnya. Begitu juga untuk mendapatkan hasil jepretan, pada zaman dulu harus
melalui proses yang berbelit dengan cara yang lama. Sedangkan sekarang lebih
mudah dan cepat untuk menghasilkan gambar yang maksimal.
Saat
ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal sangat mudah, selain kamera yang
digunakan sudah mempunyai resolusi dan kualitas yang baik, juga karena ada
beberapa aplikasi editing foto sehingga hasilnya bisa sesuai dengan yang kita
inginkan. Kamera yang berkualitas tentunya mempunyai harga yang sangat
mahal.
Berikut Kamera termahal di dunia saat ini :
1. Kamera
Susse Freres Daguerreotype
Kamera Susse Freres Daguerreotype adalah
kamera yang paling mahal di dunia. Kamera ini berusia hampir 173 tahun,
Walaupun kepemilikan kamera ini secara pribadi. Kamera ini adalah contoh kamera
langka dari metode Daguerreotype yang memiliki fitur seperti cap litograf oval
yang ditandatangani oleh Louis Jacques Mandé Daguerre. Kamera ini sedang di
pamerkan di WestLicht Wina Austria. Harga kamera ini sekitar 978.000 USD atau
sekitar 1,17 triliun.
2. Kamera
Leica 0-Serie Nr.107
Inilah kamera yang paling mahal di
dunia, Leica 0-Serie Nr.107. Perusahaan kamera Leica didirikan pada tahun 1923.
Satu-satunya kamera yang memiliki kata "Jerman" yang terukir di
kamera bagian atasnya. Selain ini, Leica 0-Serie Nr.107 dianggap sebagai
satu-satunya kamera yang diproduksi hanya 25 kamera. Kamera ini dibanderol
dengan harga 650.000 USD atau sekitar 7,8 miliar.
3.
Kamera
Digital Hasselblad H4D-200ms
Setelah peluncuran Hasselblad H4D-200ms, Hasselblad telah
menjadi pilihan pertama untuk kamera fotografer profesional. Fitur H4D termasuk
sensor medium format 50-megapixel atau 60-megapiksel dengan Hasselblad True
Focus Absolute Posisi Kunci, sangat meningkatkan auto-focus untuk fotografer
komersial. Ia memiliki resolusi yang menakjubkan 200 juta piksel yang
memungkinkan untuk fotografi dengan hasil yang menakjubkan. Sebuah sensor
dipasang ke dalam bingkai jepretan multi-simetris yang memungkinkan sensor
untuk secara tepat diposisikan menggunakan aktuator piezo-electrical. Jadi
memindahkan sensor dan setengah piksel pada suatu waktu membantu kamera untuk
menangkap enam tembakan pada suatu waktu. Harga kamera ini sekitar 45.000 USD
atau sekitar 540 jutaan.
4. Seitz 6 * 17 "Kamera Digital
Panorama
Perusahaan
ini didirikan pada tahun 1955, saat Seitz satu-satunya kamera Swiss yang
menguasai dalam seni fotografi panorama. Sebelum peluncuran model kamera 6 * 17
", kamera Seitz memiliki mekanisme kamera putar, tapi 6 * 17" tidak
berputar tapi menghasilkan satu gambar dari 160 resolusi megapiksel. Seitz
adalah satu-satunya kamera di dunia yang menciptakan gambar dengan resolusi
tinggi sekitar 6 inci sebesar 17 inci bersama dengan jangkauan dan warna.
Sebuah fitur yang disertakan dalam Seitz 6 * 17 adalah kemampuan menangkap 300
megabyte data setiap detik dan itu terlalu cepat. Sangat mudah untuk mengontrol
kamera ini dan bahkan dapat menyimpan data melalui tablet yang terhubung atau
komputer pribadi atau Macintosh dan itu berguna untuk lanskap, jepretan
kelompok, seni rupa, arsitektur dan setiap subjek fotografi yang memerlukan
resolusi tinggi. Kamera ini dibanderol dengan harga hampir 43.000 USD atau
sekitar 516 jutaan.
5.
Phase
One P65 + Back dengan 645
Kamera
ini adalah salah satu kamera digital medium format yang memiliki sensor setara
dengan permukaan daerah dua kali dari yang SLR high-end. Teknologi sensor pada
kamera ini membantu Anda untuk menangkap gambar berkualitas sangat tinggi
bahkan pada ISO 3200, kamera dapat menghasilkan gambar sekitar 15 megapixel.
Fitur Fase One P65 + memiliki resolsui 65 megapiksel, sensor full frame 645 ,
tiga port USB dan slot FireWire 800. Kamera ini bisa menangani zoom konstan,
pencetakan gambar berukuran poster dan menampilkannya pada monitor raksasa.
Kamera ini dibanderol dengan harga 54.860 USD atau sekitar 658 jutaan.
6.
Kamera
Digital Panoscan MK-3 Panorama 360 Derajat
Kamera
ini memiliki fitur foto panorama 360 derajat yang kompatibel dengan teknologi
virtual reality. Hanya membutuhkan waktu delapan detik untuk mengambil gambar
panorama 360 derajat. MK-3 menawarkan kemampuan untuk menangkap gambar datar,
gambar panorama untuk mengambil gambar virtual reality dengan Flash VR,
QuickTime VR dan berbasis JAVA. Yang paling penting, gadget ini berguna dapat
digunakan oleh militer untuk pemetaan taktis dan juga berguna untuk kepolisian
untuk foto forensik TKP. Kamera ini dibanderol dengan harga sekitar 40.000 USD
atau sekitar 480 juta.
7. Kamera
Leica S2-P
Kamera
digital SLR ini memiliki fitur hi-tech dan kinerja yang luar biasa. Ini adalah
salah satu kamera favorit di kalangan fotografer profesional, terutama untuk
mengambil foto-foto pinggir jalan. Salah satu fitur yang menarik adalah ukuran
dan penanganan model 35mm. Dengan adanya sensor dari 30 hingga 40 mm dengan
37,5 Megapixel, memberikan gambar dengan kejelasan yang luar biasa tajam dan
warna. Fitur lain termasuk fitur Auto-focus yang berkisar dari ultra-wide ke
super telephoto, tahan air, baterai yang tahan lama dan masih banyak lagi.
Kamera digital yang luar biasa ini dibanderol dengan harga sekitar 30.000 USD
atau sekitar 360 jutaan.
8. Kamera Canon EOS-1D Mark III Digital
SLR
Kamera
Canon EOS-1D memiliki kelebihan untuk kecepatan dan shooting berkualitas
tinggi. Kamera ini memiliki output video antarmuka FireWire dan dirancang
khusus untuk kecepatan. Ketika full-frame sensor gambar 16 + megapixel mampu
menggabungkan dengan prosesor gambar yang cepat sehingga bisa memberikan
tembakan yang secepat empat frame per detik. Karena resolusi tinggi, SLR
digital ini dapat menjadi alat yang berguna untuk fotografi komersial dan juga
untuk mengambil foto pribadi. Gadget canggih ini dibanderol dengan harga
sekitar 12.000 atau sekitar 144 jutaan.
9. Kamera Pentax 645D 40MP Digital SLR
Pentax
645D dikenal sebagai "medium format" kamera digital. Fitur di kamera
ini adalah memiliki resolusi gambar yang tinggi dengan sensor kamera 40
megapiksel yang mengesankan, yang dapat digunakan dalam ukuran cetak besar.
Kamera ini memiliki tubuh yang sangat ringan dan tahan cuaca tahan terhadap
debu, salju dan hujan. Kamera ini adalah salah satu kamera terbaik untuk
digunakan dalam fotografi outdoor. Pentax 645D menangani 14-bit RAW file antara
PEF dan format DNG serta memiliki kemampuan untuk mengambil gambar hingga 1,1
frame per detik pada resolusi 40MP penuh. Kamera ini dibanderol dengan harga
10.000 USD atau sekitar 120 jutaan.
10. Kamera
Nikon D4 Digital SLR
Nikon D4 SLR
digital dengan FX-format memiliki sensor kamera CMOS 16.2 megapiksel yang
dianggap sebagai salah satu kamera yang paling terjangkau dalam daftar ini.
Fitur yang paling menarik dari D4 adalah kamera ini bisa bekerja pada beberapa
media, menawarkan kecepatan menangkap gambar berkualitas tinggi dan cepat pada
tingkat 11 frame per detik dengan bantuan prosesor Nikon EXPEED3. Selain itu D4
juga bisa mengambail video dengan kualitas HD 1080p . Kamera ini adalah salah satu
di antara kamera kelas profesional dengan harga sekitar 6.000 USD atau sekitar
72 jutaan.
BAB
III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Sebelum kamera ditemukan, orang
membuat gambar dengan melukis atau menggambar. Itu membutuhkan waktu dan bisa
tidak akurat. Ditemukannya kamera obskura merupakan tonggak perubahan adanya
kamera yang kita manfaatkan saat ini. Kamera memungkinkan orang untuk membuat
catatan visual dari kehidupan mereka dan kejadian penting. Tiba-tiba orang bisa
melihat foto-foto suatu tempat yang jauh. Kamera membawa seluruh dunia menjadi
lebih dekat dan terbayangkan. Foto-foto mulai mempengaruhi orang-orang dan
berpendapat tentang dunia. Kamera membawa perubahan besar pada kehidupan. Saat
ini, untuk mencetak sebuah gambar pada kertas foto sudah tidak menggunakan
kertas film lagi. Kini kamera modern yang disebut kamera digital menggunakan
proses elektronik dan menyimpan gambar hasil pemotretan pada sebuah kartu
(memory card). Hasil foto bisa dilihat secara langsung secara digital tanpa
harus melalui proses pencetakkan terlebih dahulu. Sampai sekarang cara kerja
kamera modern masih dikembangkan oleh setiap produsen kamera.
DAFTAR
PUSTAKA
BIODATA PENULIS
Adapun pendidikan formal yang saya tempuh yaitu
lulusan tahun 2009 dari SDN Sidokare III dan tahun 2012 saya lulus sekolah SMP
di SMPN 2 Buduran. Saya mengikuti prakerin waktu kelas XI pada tanggal 01
Juli-30 Oktober 2014 di PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA.
Kalian bisa mengunjungi website saya
titisprastiwi.blogspot.com atau bisa juga anda menghubungi email saya di titisprastiwi@gmail.com.